Rampung September 2021, Dokumen AMDAL Pembangunan di Taman Nasional Komodo Masih Direvisi

Terkini.id, Jakarta – Setelah World Heritage Convention (WHC) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak menghentikan pembangunan wisata ‘Jurassic Park’ di Taman Nasional Komodo, Pemerintah Indonesia baru merevisi naskah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Dilansir dari Media Indonesia, Rabu, 11 Agustus 2021, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno membenarkan upaya revisi dokumen AMDAL oleh Pemerintah Indonesia untuk pembangunan di kawasan Taman Nasional Komodo. 

Ia menjelaskan bahwa dokumen Environmental Impact Assessment (EIA), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL), dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) masih dalam tahap revisi dan akan dikirim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kemudian ke Komisi Nasional untuk UNESCO di Kemendikbud.

Baca Juga: Berbeda dengan UNESCO, Menparekraf Sandiaga Uno Optimis Pengembangan DSP Labuan...

“Dari situ dikirim ke WHC dan UNESCO lewat Dubes RI di Paris sekaligus perwakilan tetap untuk UNESCO,” ungkap  Wiratno.

Kendati demikian, Wiratno mengungkapkan bahwa, pembangunan destinasi wisata di Taman Nasional Komodo sudah mencapai 95%. Ada pun, pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada awal September 2021 mendatang.

Para pengunjung di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. (Dok. Ist.)

Baca Juga: Tak Penuhi AMDAL, UNESCO Minta Hentikan Proyek Wisata ‘Jurassic Park’...

Hal serupa diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Ia  mengatakan, saat ini pemerintah Indonesia sedang merevisi  Analisis Mengenai Dampak Lingkungan atau  pengembangan Integrated Tourism Master Plan (ITMP) di Taman Nasional Komodo. 

“Jadi penyusunan revisi ini akan kita kebut dengan ketelitian ekstra bersama kementerian/lembaga serta pihak-pihak terkait sehingga nantinya revisi tersebut bisa disetujui oleh IUCN dan UNESCO,” kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin, 9 Agustus 2021.

Dia mengatakan UNESCO sudah memberikan batas waktu penyerahan revisi amdal dan dokumen-dokumen pendukung terkait ITMP TN Komodo ini pada 1 Februari 2022 ke World Heritage Centre.

Ada pun poin-poin evaluasi dari UNESCO beberapa di antaranya adalah permintaan informasi secara detail terkait pengembangan ITMP di Taman Nasional Komodo agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap OUV TN Komodo sebagai situs warisan alam dunia.

Kemudian, UNESCO meminta pemerintah Indonesia untuk menunda pengerjaan proyek ITMP untuk sementara waktu hingga ada revisi AMDAL yang sudah disetujui oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Sandiaga menuturkan memperoleh informasi dari Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyampaikan dalam bulan Agustus-September 2021 ini, revisi tersebut akan selesai dan diserahkan ke WHC. Sehingga revisi tersebut dapat dikaji oleh IUCN dan WHC sebelum sidang WHC ke-45 pada 2022 mendatang.

Ada pun mengenai permintaan UNESCO, Kemenparekraf beserta kementerian dan pihak-pihak yang terkait dengan pembangunan di Taman Nasional Komodo ini terus berkoordinasi untuk terus memastikan bahwa penataan sarana dan prasarana di zona pemanfaatan di TN Komodo tidak menimbulkan atau mengakibatkan dampak negatif terhadap Outstanding Universal Value (OUV) situs warisan alam dunia TN Komodo.

Bagikan