Proyek Mangkrak, Warga Dusun Bobong Desa Tengku Lese Terpaksa Nikmati Air Sungai

Terkini.id, Manggarai– Ratusan penduduk di Dusun Bobong, Desa Tengku Lese,  Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur,  hingga kini belum menikmati air bersih melalui pipa leding. Hal itu disebabkan oleh pembangunan sarana air bersih dengan anggaran ratusan juta lebih tahun 2020 hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh warga di dusun tersebut.

Diketahui bahwa Desa Tengku Lese terdiri dari empat dusun, di antaranya Dusun Bobong, Pasa, Munggis, dan Rangges. Dari keempat dusun tersebut, ada satu dusun di Desa Tengku Lese, airnya tidak mengalir akibat proyek air bersih tersebut dikerjakan oleh pemerintah desa.

“Sampai saat ini, masyarakat di Dusun Bobong belum bisa mendapat air bersih karena sarana air bersih yang dibangun di sana diduga bermasalah,” kata Yohanes Asman kepada media, Jumat, 6 Agustus 2021.

Dirinya mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan masalah tersebut kepada Bupati Manggarai, tetapi belum ditindaklanjuti. 

“Ada dugaan pekerjaan proyek pembangunan sarana air bersih di desa ini bermasalah, karena pipa sekunder yang dipasang untuk mengaliri air ke rumah penduduk di Dusun Bobong tak sesuai spesifikasi teknik yang ditentukan,” katanya.

Anak-anak di Dusun Bobong, Desa Tengku Lese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur saat menimba di mata air. (Dok. Jef Dain)

Menurutnya, proyek-proyek yang dikerjakan dan diduga bermasalah serius, seharusnya direkomendasikan ke aparat berwajib untuk melakukan audit.

“Proyek-proyek pembangunan yang belum tuntas pekerjaannya dan dananya sudah dicairkan, terutama yang diduga bermasalah, lebih baik direkomendasikan ke aparat berwajib untuk dilakukan proses hukum,” lanjutnya.

Kepala rumah adat (Tua Gendang) Bobong bernama Damianus Nagas (60) mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap adanya sarana dan prasarana air bersih di desanya. Menurut Damianus, proyek bernilai ratusan juta rupiah itu hanya pemborosan uang negara karena tidak bermanfaat secara maksimal bagi masyarakat.

“Kalau akhirnya seperti ini sama saja dengan merugikan negara. Berarti uang ratusan juta yang digunakan untuk membangun proyek air bersih ini mubazir. Padahal uang yang digunakan negara untuk membangun proyek ini kan uang rakyat dan seharusnya rakyat berhak menikmati hasil dari proyek tersebut,” ungkapnya. 

Lebih lanjutnya, kata dia,  Pemerintah Desa Tengku Lese tidak pernah transparan terkait penggunaan dana desa (DD) kepada masyarakat.

Saat dikonfirmasi pada Senin, 9 Agustus 2021,  PJS Desa Tengku Lese tak memberikan banyak pernyataan kepada awak media karena menurutnya, klarifikasi terkait proyek itu hanya dipertanggungjawabkan kepada pihak Inspektorat Kabupaten Manggarai.

“Saya tidak bisa berikan klarifikasi kepada kalian, karena saya hanya bisa berikan klarifikasi kepada inspektorat,” tuturnya.

Bagikan