Viral Harga Swab PCR Melangit, Polres Manggarai Barat Pantau Faskes di Labuan Bajo

Terkini.id, Labuan Bajo– Beberapa hari ini, viral sebuah struk pembayaran harga Swab PCR Covid-19  di Labuan Bajo dengan total Rp. 2.690.000. Struk tersebut diketahui dikeluarkan oleh Apotek Bunda yang beralamat di Jalan Alo Tanis, Kompleks Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

Diketahui, PCR tersebut masuk kategori someday express yang diperiksa pada Rabu, 18 Agustus 2021. Dalam struk itu juga tertera nomor telepon Apotek Bunda yakni 0822-2889-9080. Padahal, ketentuan terbaru, harga tarif PCR yakni Rp. 525.000.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat AKBP Bambang Hari Wibowo, S.I.K., M.Si. langsung memerintahkan Satuan Intelkam Polres Manggarai Barat untuk melakukan pengecekan pemberlakuan tarif test Swab polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 sesuai instruksi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, pada Kamis, 19 Agustus 2021 siang, sekitar pukul 11.00 WITA.

Baca Juga: Pesan Jokowi: Tahun Baru Islam Momentum untuk Perkuat Ikhtiar Melawan...

“Saya langsung perintahkan Tim SatIntelkam Polres Mabar memantau langsung semua harga tarif PCR di sejumlah Faskes yang ada di Kabupaten Manggarai Barat, salah satunya adalah pihak Apotek Bunda untuk mengecek langsung harga PCR di apotek tersebut,” jelas Kapolres Manggarai Barat.

Lebih lanjut Kapolres Mabar mengingatkan sejumlah Faskes di Labuan Bajo untuk menaati masa pemberlakuan Swab PCR, 1 kali 24 jam.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Terus Lanjutkan Reformasi Struktural dan Permudah Izin Usaha

“Kami juga memastikan penyampaian hasil test Swab PCR tidak lebih dari 24 jam di wilayah hukum Polres Manggarai Barat. Ini sesuai instruksi dari Presiden RI,” lanjutnya.

Satuan Intelkam Polres Manggarai Barat melakukan pengecekan pemberlakuan tarif test Swab PCR Covid-19. (Dok. Humas Polres Mabar)

Selain itu, Kapolres Mabar mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah mengeluarkan surat edaran terkait tarif tes Covid-19 menggunakan reserve transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).

“Keputusan tersebut dikeluarkan menanggapi permintaan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo terkait penurunan harga tes PCR. Surat edaran Dirjen Yankes Nomor : HK 02.02/I/2845/2021 tanggal 16 agustus tahun 2021 menetapkan batas tarif tertinggi pemeriksaan tes RT-PCR Covid-19 dan aturan tarif PCR terbaru berlaku mulai tanggal 17 Agustus 2021,” katanya. 

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Meresmikan Rumah Sakit Modular Pertamina di Tanjung...

Alumnus Akpol angkatan 2000 itu menambahkan, aturan ini menetapkan batas atas tarif pelayanan pemeriksaan tes RT-PCR.

Merujuk pada surat edaran tersebut, pemeriksaan PCR oleh fasiitas pelayanan kesehatan dan pemeriksa lain ditetapkan sebagai berikut:

Pertama, batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR di Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp. 495.000.

Kedua, batas tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR di luar Pulau Jawa dan Bali sebesar Rp. 525.000.

“Batas tarif tertinggi ini berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan atas permintaan sendiri atau mandiri. Kebijakan tidak berlaku untuk kegiatan penelusuran kontak (contact tracing) atau rujukan kasus Covid-19 ke rumah sakit yang penyelenggaraannya mendapatkan bantuan pemeriksaan RT-PCR dari pemerintah atau bagian dari penjaminan pembiayaan pasien,” jelasnya. 

Kapolres Manggarai Barat menambahkan, pihaknya telah dan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat untuk memantau Rumah Sakit ataupun Apotek yang memberikan tarif di atas Rp. 525.000.

“Jika masih ada pelanggaran atau ada Faskes yang menetapkan tarif lebih dari harga tersebut, Polres Manggarai Barat akan bertindak. Kami juga akan koordinasikan ke Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk mengambil langkah lebih lanjut,” tegasnya.

Menurut dia, Apotek Bunda sudah membenarkan sebuah struk pembayaran harga polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 dengan total Rp 2.690.000 yang sempat viral di media sosial.

“Memang betul bahwa itu merupakan struk yang dicetak oleh Apotek Bunda,” ujar pemilik Apotek Bunda dr. Paulina Febrianty.

“Dan memang kami menyediakan layanan pengambilan sampel PCR yang sampelnya akan dikirimkan ke Laboratorium resmi yang diakui Kemenkes di Pulau Jawa dan Bali,” jelas dr. Paulina.

dr. Paulina juga membenarkan harga Swab PCR di Apotek Bunda senilai Rp. 2.690.000, seperti yang tertera pada struk yang beredar. Menurut dr. Paulina harga tersebut merupakan harga PCR tes cepat molekuler (TCM).

“PCR TCM yang hasilnya keluar 3-5 jam setelah sample tiba di laboratorium dan diproses di laboratorium,” jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, pihaknya membayar kepada laboratorium mitra Rp 1.500.000 untuk layanan PCR TCM. Hasilnya akan keluar dalam rentang waktu 3-5 jam. Namun, biaya tersebut di luar biaya bahan habis pakai, logistik, dan operasional.

“Sekedar pemberitahuan juga bahwa, pelanggan yang memberikan struk seharga Rp. 2.699.000 tersebut juga datang ke kami. Kami berikan perincian pilihan PCR yang bisa dipilih. Tetapi, pelanggan tersebutlah yang memilih menggunakan PCR express 3-5 jam. Pihak kami sudah menjelaskan masalah biaya dan pihak pelangganlah yang tetap memilih opsi tersebut,” katanya.

Terkait surat edaran Dirjen Yankes Nomor : HK 02.02/I/2845/2021 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai tarif tes Covid-19 yang menggunakan RT-PCR hanya berlaku untuk layanan 24 jam.

“Surat edaran yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan mengatur mengenai harga layanan PCR 24 jam, bukan layanan PCR express,” tegasnya.

Berikut rincian harga PCR yang dikeluarkan Apotek Bunda. Pertama, biaya PCR Express (hasil 3-5 jam) Rp. 1.500.000. Kedua, biaya pengiriman sampel medis kategori berbahaya (dangerous good-DG) via udara dari Labuan Bajo ke Bali/Jakarta Rp.670.000. Ketiga, transportasi sampel medis kategori berbahaya dari Cargo Domestik Airport ke Laboratorium Rp.50.000.

Keempat, tabung VTM (tabung pengambilan sampel medis PCR) Rp. 40.000. Kelima, pengemasan khusus (sesuai syarat KKP dan maskapai): Cool  Box (khusus untuk mencegah kontaminasi bahan berbahaya) Rp.270.000,  Sterofoam khusus (kedap udara) Rp. 30.000, Packingan (10 lapis) : (dus, mika, plastik, buble wrap, dan lakban) ditambah ATK Rp.70.000, Ice Pack (menjaga suhu sampel tetap terjaga dan sesuai standar laboratorium tujuan) Rp.30.000.

Keenam, proses pengambilan sampel medis kategori berbahaya membutuhkan; APD (gown, masker n95, haircap, masker bedah, handscoon, faceshield) Rp. 50.000.

Biaya tersebut kata dr. Paulina Febrianty tidak termasuk jasa dokter, biaya operasional apotek, pegawai, keuntungan, dan biaya tak terduga.

Saat ini pihak Apotek Bunda menutup sementara atau tidak melayani PCR bagi masyarakat.

Bagikan